Sabtu, 27 Februari 2016
Kamis, 14 Januari 2016
- Posted By: Unknown
- Comments: No comments
DAFTAR NAMA ANGGOTA BARU HIMA EP 2016
PSDM
Haris Baehaqi
Amanda Yasmin
Devi Q
Citta Dewi
Bachtiar P
Handika Putra
Bella Nurrahmawati
Kusumawati
KEUANGAN
Nur Azizah
Gabriella dita
Aldi Darmasaputra
Yuyun Dyah
KESMA
Ade Adeline
Nadia Rahma
Alfa Firdaus
Muhammad Afifuddin
Auliya Rahma
Reza Budianto
Ditha Nanda
SPARTA
Alif Gilang
Ahmad Fais
Rasyid
Erick Andika
Ranggala
Fawaid
Efritha B
Faulina
KOMINFO
Didhi Y
Diyan S
Vanya Lubis
Damar Aji
Rifqi Muhammad
Nisa dara
Fifi Faizun
Fitria Astri
Berinda
KWU
Tangguh Rian
Gandhes
Didikhs
Nina wulansari
Sarah Savira
Samuel Tobing
Haris Ardiansyah
SEKRE
Adirizal
Silva
Diva Kirana
Ulfa Armita
Putri Candra
Liza Setya
Amalia Nurlita
KEILMUAN
Ilham Afrizal
Bekti S
Yoshua Artha
M. Vinka
Qurrotina'yunisa
Ellisyah Medina
Suhardina dwi
Ahmad Ihsan
HUMAS
Sekar Puja
Kemalludin Ramadhan
Yuliandi Fikri
Chintya Lativa
Yulia Ditha
Minggu, 10 Januari 2016
- Posted By: Unknown
- Comments: No comments
SELAMAT! KALIAN LOLOS KE TAHAP MOTIVATION LETTER HIMA EP 2016
Citta dewi a
Kusumawati cahya
Bakhtiyar pradana
haris ardiansyah
Cindy zauhrotul m
Ditha nanda dwi e
Fransisca P Syahara
Samuel tobing
Bela nurrahmawati
Dita Nanda
Auliya
Afifudin Affan
Muhammad yusuf
Handika
Dianira
Novitalia R
Adeza
Nina wulansari
Amalia nurlita
sarah savira
selmina sela
Tania Imbriani
Yulia Dita Anggraini
Fawaid Kiki Usman
Efriza Belliana
Faulina Nur F.
Ranggala Putra
Kamilia Ridwan
Qurrotinna'yunnisa
Muhammad Vinka
ulfa armitha zahra
liza setya eka hazul
putri candra anggi yudha
galuh widya
diva kirana
Elissyah Nur Medina
Adinda Pramesti Regita
Retno Putri Nurkumala
Oktavia Dewi Rizka
Muhammad Ihsan
Suhardina Dwi Putrisari
Kemalludin Ramadhan
Sekar Puja Mahendrani
Chintya Lativa Dinar
Ryan Damara Putra
Yuliandi Fikri
Rifqy muhammad
Fitria Astri
Berinda firlyana
Dea gresita
Nisa Dara
Fifi faizun
Damar aji
Nur azizah permata nadia
Gabriella dita liandra
Novi shintia dewi
Aldi darmasaputra
Selly maurani
Anggita lukitasari
Yuyun dyah ratnasari
Novia aliff yuliasari
Amanda yasmin malinda
Devi qusnul
Haris baehaqi
Ade Adeline
Nadia Rahma
Gandhes tsaniya
Didikhs
Alfa firdaus
Erik andika sugara
Fandy ahmad F
Reza budianto
Alif Gilang
Tangguh Rian
Achmad Faiz
Maulana Rasyid H.
Yoshua Artha
Bekti Setyorini
M. adirizal
Silva nur rizha fajrayan
Titis Widhi
Diyan setiyo
Ilham Afrizal
Illusyiya
Diffa dhiya
Vanya lubis
Safarolana
Tata cara pembuatan Motivation Letter:
1. Diketik dengan font Times New Roman 12, spasi 1.5, margin normal.
2. Motivation Letter harus meliputi aspek:
-Pengenalan diri dan pengalaman organisasi secara singkat
-Alasan ingin mengikuti HIMA EP
-Harapan dan inovasi yang akan dibawa untuk HIMA EP
3. Minimal 200 kata, dan maksimal 400 kata.
4. Identitas diri berupa nama, NIM, dan pilihan departemen disertakan dalam file
5. Pengumpulan maksimal Rabu, 13 Januari 2016 pukul 23.00
Motivation Letter dikirim pada email ketua 2 departemen yang dipilih masing-masing, sertakan foto close-up formal pada email
PSDM: faricha.rahmadani24@gmail.com
KWU: mfarhaanrr@gmail.com
KEUANGAN:alvinialaksmi@gmail.com
KESMA: agna_nona@yahoo.com
SPARTA:wennyrestika@gmail.com
KEILMUAN:soniapuspapermata@gmail.com
HUMAS:aninbnn2105@yahoo.com
KOMINFO:dita.laksana@gmail.com
SEKRE: herdyprihandini@gmail.com
Selasa, 13 Oktober 2015
- Posted By: Unknown
- Comments: No comments
Kemiskinan di Indonesia
Nama :
Erri Lukman Hakim
NIM : 041411131024
NIM : 041411131024
Kemiskinan di Indonesia
Indonesia
menjadi salah satu Negara yang memiliki penduduk paling banyak ke 4 setelah
RRC, INDIA, dan USA. Indonesia pun memiliki jumlah penduduk sekitar 255.993.674 jiwa, dengan angka harapan
hidup 70,1 tahun
masyarakat Indonesia semakin lama akan berkembang menjadi Negara yang lebih
produktif dari sebelumnya. Tetapi permasalahan yang hingga saat ini belum tertuntaskan di Indonesia bahkan Dunia yaitu
tentang kemiskinan. Bahkan data yang saya dapatkan dari BAPPENAS ketika
mengutarakan RKP tahunan dari pemerintah saat ini, tingkat kemiskinan di
Indonesia pada tahun 2014 mencapai 11,25%
dan pemerintah pun menargetkan 9,5-10%
tingkat kemiskinan yang ada di Indonesia untuk tanhun 2015 ini. Pun jika
dihitung hitung kemiskinan di Indonesia sekitar 29 juta jiwa penduduk Indonesia yang miskin. Tingkat kemiskinan
yang paling parah terdapat di Maluku Utara 31,14%
dan NTT hingga 27,51%, tetapi yang
paling parah berada di wilayah Papua hingga mencapai 40%.
Negara
tidak akan bisa mencapai Pertumbuhan Ekonomi yang diinginkan jika kemiskinan
masih selalu ada dalam sebuah Negara. Bahkan seperti yang di kutip oleh
ACKERMAN F.(2000) bahwa “Population
Growth : Perkembangan penduduk sesuai dengan teori Malthus, pertumbuhan
penduduk seperti deret ukur, sedangkan pertumbuhan pangan seperti deret hitung.
Sebagai akibatnya semakin tinggi pertumbuhan penduduk akan menyebabkan
kekurangan pangan dan menjadi miskin penduduk”
Hingga
saat ini pun Indonesia belum terlihat secara jelas akan pengentasan kemiskinan
dari penduduknya sendiri, walaupun pemeritntah sangat sering memberikan bantuan
secara tunai yang pada akhirnya tidak digunakan secara lebih efektif dan hanya
digunakan untuk konsumsi saja. Adapun pada jaman pemerintahan Bapak Susilo
Bambang Yudhoyono(SBY) untuk membantu meningkatkan daya beli rakyat miskin
pemerintahan beliau memberikan dan BLT(bantuan langsung tunai) yang
realisasinya pun tak seperti diharapkan, bahkan penduduk yang memiliki
kesejahteraan hidup yang cukup tinggi dapat menerima BLT atau dalam bahasa
sederhananya tidak tepat sasarannya BLT itu sendiri.
Dengan
SDM yang cukup banyak seharusnya Indonesia mampu menghadapi MEA (masyarakat
Ekonomi ASEAN) yang akan mulai pada akhir tahun ini, akan kah SDM Indonesia
mampu bersaing dengan masyarakat ASEAN lainnya dengan tingkat kemiskinan yang
cukup tinggi, dengan kemampuan bekerja yang rendah atau unskill yang nantinya
tidak akan mampu bersaing secara signifikan dengan masyarakat luar negeri
lainnya. Bahkan bisa saja kemiskinan akan semakin tinggi dengan adanya MEA di
Indonesia ini. Secara logika bahwa perusahaan akan memilih pekerja yang
memiliki spesialisasi atau berskill tinggi dan bergaji tidak terlalu tinggi sehingga
sangat sulit sekali para pekerja Indonesia untuk bersaing yang nota benenya
masyarakat Indonesia hanya memiliki pendidikan rata-rata kelas 2 SMP saja.
Untuk
saat ini jika pemerintah ingin meningkatkan Y atau GDP yang memiliki function
Y=C+I+G+NX jika dilihat dari C bahwa masyarakat Indonesia memiliki pendapatan perkapita hanya (sekitar U$ 4000 atau 48 juta) pertahunnya sungguh sangat sedikit sekali disbanding Singapura dan Malaysia.
Y=C+I+G+NX jika dilihat dari C bahwa masyarakat Indonesia memiliki pendapatan perkapita hanya (sekitar U$ 4000 atau 48 juta) pertahunnya sungguh sangat sedikit sekali disbanding Singapura dan Malaysia.
Mungkin
hingga saat ini para pemuda-pemudi Indonesia sangat sulit atau harus bekerja
lebih keras lagi untuk membranding dirinya sehingga dapat memperoleh pekerjaan.
Setidaknya perubahaan dari anak muda
yang telah memilki pendapatan secara tidak langsung akan meningkatkan rasio pendapatan
perkapita penduduk Indonesia.
Kebijakan
Pemerintah Dalam Menanggulangi Kemiskinan Di Indonesia
Berikut Ini Adalah Daftar Program-Program Pemerintah Dalam Menanggulangu kemiskinan Di Indonesia:
– Menaikan anggaran untuk program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya
– Mendorong APBD provinsi, kabupaten dan kota pada tahun-tahun selanjutnya untuk meningkatkan anggaran bagi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja
– Tetap mempertahankan program lama seperti:
a) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
b) RASKIN (Beras Miskin)
c) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
d) Asuransi Miskin, dsb
– Akselerasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga khususnya harga beras (antara lain: menjaga harga beras dipasaran tidak lebih dari Rp.5000,- per Kg)
– Memberikan kewenangan yang lebih luas kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan
– Sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan
– Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah
– Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses pembangunan
– Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin
– Open Menu: kelompok masyarakat dapat menentukan sendiri kegiatan pembangunan yang dipilih tetapi tidak tercantum dalam negative list
– Kompetitif: desa-desa dalam Kecamatan haus berkompetisi untuk memperbaiki kualitas kegiatan dan cost effectiveness
– PPK, P2KP, PPIP SPADA dan diperkuat program-program kementrian/lembaga
– Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan khusus untuk pendidikan dan kesehatan
– Program pemerintah lain yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat miskin kepada sumber permodalan usaha mikro dan kecil, listrik pedesaan, sertifikasi tanah, kredit mikro, dll.
– Program Pengembangan Bahan Bakar Nabati (EBN). Program ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian penyediaan energi terbaukan dengan menumbuhkan “Desa Mandiri Energi”.
– Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
– Percepatan pembangunan infrastruktur
– Pembangunan daerah perbatasan dan wilayah terisolir
– Revitalisai pertanian, perikanan, kehutanan, dan perdesaan
– Peningkatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan dan ketertiban, serta penyelesaian konflik
– Peningkatan aksesbilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan
– Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri)
Kesimpulannya Banyak program yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi
masalah perekonomian yakni mengenai masalah kemiskinan dan pengangguran namun
pada kenyataannya hasil yang dicapai tidak sesuai yang diharapkan. Berikut Ini Adalah Daftar Program-Program Pemerintah Dalam Menanggulangu kemiskinan Di Indonesia:
– Menaikan anggaran untuk program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya
– Mendorong APBD provinsi, kabupaten dan kota pada tahun-tahun selanjutnya untuk meningkatkan anggaran bagi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja
– Tetap mempertahankan program lama seperti:
a) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
b) RASKIN (Beras Miskin)
c) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
d) Asuransi Miskin, dsb
– Akselerasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga khususnya harga beras (antara lain: menjaga harga beras dipasaran tidak lebih dari Rp.5000,- per Kg)
– Memberikan kewenangan yang lebih luas kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan
– Sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan
– Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah
– Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses pembangunan
– Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin
– Open Menu: kelompok masyarakat dapat menentukan sendiri kegiatan pembangunan yang dipilih tetapi tidak tercantum dalam negative list
– Kompetitif: desa-desa dalam Kecamatan haus berkompetisi untuk memperbaiki kualitas kegiatan dan cost effectiveness
– PPK, P2KP, PPIP SPADA dan diperkuat program-program kementrian/lembaga
– Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan khusus untuk pendidikan dan kesehatan
– Program pemerintah lain yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat miskin kepada sumber permodalan usaha mikro dan kecil, listrik pedesaan, sertifikasi tanah, kredit mikro, dll.
– Program Pengembangan Bahan Bakar Nabati (EBN). Program ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian penyediaan energi terbaukan dengan menumbuhkan “Desa Mandiri Energi”.
– Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
– Percepatan pembangunan infrastruktur
– Pembangunan daerah perbatasan dan wilayah terisolir
– Revitalisai pertanian, perikanan, kehutanan, dan perdesaan
– Peningkatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan dan ketertiban, serta penyelesaian konflik
– Peningkatan aksesbilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan
– Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri)
Kemudian banyak pengangguran yang ada di Indonesia karena kurangnya lapangan pekerjaan yang ada dan ketidaksesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia yang menyebabkan bertambahnya kemiskinan di Indonesia.
Pembangunan di bidang ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah pada dewasa ini di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, industri dan pertambangan, hakekatnya ditujukan selain untuk mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi, juga dimaksudkan untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
Dampak pengangguran terhadap perekonomian suatu Negara tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu Negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakatdan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran disuatu Negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
INFORMASI DATA
http://www.bps.go.id/Subjek/view/id/5#subjekViewTab3|accordion-daftar-subjek1
RKP BAPPENAS di AULA FADJAR oleh Bapak Muhammad
Cholifihani,Ph.D
Kuliah Umum MENTERI POLHUKAM Bapak Luhut Binsar
Panjaitan
Kamis, 27 Agustus 2015
- Posted By: Unknown
- Comments: No comments
Perang Mata Uang Global: Bagaimana Nasib Rupiah?
Oleh: R. Dimas Bagas Herlambang
(041411131041)
Indonesia saat ini sedang dilanda
sebuah fenomena ekonomi, yang seperti layaknya fenomena ekonomi lain, selalu
menimbulkan berbagai argumen tentang bagaimana cara menyikapinya. Hingga saat
artikel ini ditulis, nilai tukar rupiah terhadap dolar telah mencapai
Rp13.826,90 per USD. Jika menengok ke belakang, posisi ini adalah yang terendah
sejak krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1998, dengan nilai tukar
rupiah berada pada level Rp16.650,00 per USD. Namun, fenomena ini ternyata
tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Mengapa hal ini
bisa terjadi?
Berbeda dengan anggapan masyarakat
umum yang menyalahkan pemerintah sebagai penyebab jatuhnya nilai rupiah,
sebenarnya fenomena ekonomi global ini terjadi karena kebijakan ekonomi
Tiongkok untuk melemahkan mata uangnya, Yuan; memang sebelum terjadi reformasi
Yuan sudah terjadi pelemahan akibat kebijakan moneter Amerika, tetapi masih
dalam konteks non-krisis. Pemerintah Tiongkok sengaja mendevaluasi mata uangnya
melalui reformasi Yuan, dengan tujuan meningkatkan eksport. Menurut Markus
Rodlauer, kepala delegasi IMF untuk Tiongkok, reformasi ini memungkinkan nilai
Yuan untuk bergerak pada gap 10
persen dalam seminggu, dan ditutup pada rate
yang mendekati nilai yang seharusnya dihasilkan oleh mekanisme pasar[i]. Langkah intervensi ini
sengaja diambil pemerintah Tiongkok akibat pertumbuhan ekonomi mereka yang
terus menurun. Adapun beberapa pihak menganggap Tiongkok mempunyai motif lain,
yaitu usaha untuk memasukkan Yuan dalam grup SDR (Special Drawing Right) milik IMF. Dengan mendongkrak ekspor melalui
devaluasi, pemerintah Tiongkok diindikasikan berharap Yuan akan lebih banyak
digunakan dalam pasar dunia, sehingga IMF akan mempertimbangkan Yuan untuk
masuk ke dalam SDR[ii].
Mengingat posisi Tiongkok sebagai
perekonomian terbesar kedua di dunia, langkah yang mereka ambil jelas sangat
berpengaruh terhadap perekonomian global. Tercatat beberapa negara sudah terang-terangan
menyikapi reformasi Yuan dengan ikut mendevaluasi mata uangnya, yaitu
Kazakhstan yang telah mendevaluasi mata uangnya dari semula KZT 200 per USD
menjadi KZT 252 per USD, serta diikuti beberapa negara lain seperti Vietnam,
Afrika Selatan, Turki, dan Korea Selatan yang berpotensi untuk mengambil
langkah yang sama. Langkah ini terpaksa diambil oleh beberapa negara tersebut
agar menstabilkan kembali ekspor mereka, terutama untuk komoditi yang biasa
mereka ekspor ke Tiongkok [iii].
Keinginan untuk “berlomba-lomba” mendevaluasi mata uang negara masing-masing
inilah yang disebut dengan Global
Currency War.
Kondisi perekonomian dalam negeri
juga tidak dapat terlepas dari efek “perang dunia” ini. Asumsi utama penyebab
rupiah terus menerus melemah adalah capital
flights, yaitu keluarnya aset dan uang dari dalam negeri akibat
ketidakpercayaan terhadap perekonomian negara tersebut. Seperti yang kita
ketahui, sejak rupiah mulai menurun, respon masyarakat justru menganggap bahwa
ini adalah kegagalan pemerintah. Secara tidak langsung ini menimbulkan anggapan
bahwa pemerintah Indonesia tidak siap dalam menghadapi Global Currency War, sehingga investor justru cenderung untuk
menarik asetnya dari Indonesia dan menukarkan rupiah dengan mata uang yang
lebih terjamin. Untuk proses selengkapnya dapat dilihat dalam grafik berikut:
Gambar 1
Grafik Net Capital Outflow (diadaptasi dari:
http://www.policonomics.com/loanable-funds/)
Selaras
dengan asumsi tersebut, Darmin Nasution, Menko Perekonomian yang baru, mengungkapkan
bahwa pada pertengahan tahun umumnya menjadi momentum pengiriman deviden
perusahaan ke luar negeri, sehingga akan menambah aliran dana keluar[iv].
Jika memang devaluasi tidak dapat
dihindari, lalu bagaimana strategi Indonesia dalam menghadapi Global Currency War? Tentunya ada banyak
instrumen yang dapat diterapkan pemerintah dan Bank Indonesia, seperti anggaran
defisit pemerintah dan pengaturan ekspor impor (untuk bacaan lebih lanjut
silahkan lihat http://www.policonomics.com/loanable-funds/). Namun
instrumen-instrumen tersebut hanya akan akan mendongkrak nilai tukar rupiah,
kestabilan ekonomi masih akan ditentukan oleh kepercayaan pelaku bisnis
terhadap Indonesia dalam menghadapi krisis ini. Jadi sebagai langkah yang
nyata, kita selaku masyarakat sebaiknya harus mulai mempercayai kekuatan
pemerintah dalam menghadapi krisis ini, karena jika hanya bisa mengeluh justru
kita yang akan memperburuk keadaan... :)
[i]
CNBC. (2015, 15 Agustus). IMF: Yuan
reforms may bring China 'quite close' to floating rate. Diakses pada 25
Agustus 2015. http://www.cnbc.com/2015/08/15/imf-yuan-reforms-may-bring-china-quite-close-to-floating-rate.html
[ii]
The Telegraph. (2015, 22 Agustus). Global
Currency Wars: Why China's Devaluation is a Peace Offering Misunderstood by the
World. Diakses pada 25 Agustus 2015. http://www.telegraph.co.uk/finance/economics/11813076/Global-currency-wars-why-Chinas-devaluation-is-a-peace-offering-misunderstood-by-the-world.html
[iii]
BI Jangan Panik Jaga Kurs Rupiah. Jawa Pos 24 Agustus 2015; hal. 15.
[iv]
Ibid.
Rabu, 17 Juni 2015
- Posted By: Unknown
- Comments: No comments
Jadwal UAS Semester Genap
Berikut jadwal uas semester genap, kamu bisa download disni ⇨ https://drive.google.com/file/d/0B-1j4p8AB1eSbDZ0QUVvRjRRYms/edit?usp=docslist_api
- Posted By: Unknown
- Comments: 5 comments
Marxisme dan Gerakan Buruh Di Indonesia
Oleh: Muhammad Aufal Fresky
Tanggal
1 Mei kemaren, media massa Indonesia di hebohkan mengenai aksi buruh di
berbagai macam kota kota besar tanah air yang menuntut kenaikan upah. Aksi
tersebut tersebar dimana mana, mulai dari ibu kota Jakarta, Surabaya, Sidoarjo
dan lain semacamnya. Mereka menuntut penghapusan sistem outsourcing, menuntut upah mereka dinaikkan dengan berbagai alasan
salah satunya adalah karena kebutuhan akan bahan-bahan pokok yang semakin
meningkat hingga menuntut kesejahteraan mereka ditingkatkan. Jika kita
berbicara mengenai peningkatan kesejahteraan buruh hal tersebut berarti tidak
terlepas peran serta pengusaha dan regulasi pemerintah yang mengaturnya lewat
UMR (Upah Minimum Regional). Untuk mencegah pemberian upah yang tidak wajar
sebenarnya pemerintah telah mengeluarkan peraturan penetapan upah minimum
regional di setiap kota, namun hal tersebut dirasa kurang memenuhi kebutuhan
hidup para buruh, oleh karena itu mereka sadar akan hak-hak mereka untuk
memperoleh kesejahteraan dengan cara menuntut lewat cara demonstrasi.
Jika
kita telusuri lebih jauh lagi pertentangan antara buruh dengan para pengusaha
merupakan sebuah realitas sosial yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat
kita.Hal tersebut telah disampaikan oleh seorang tokoh Sosialis kelahiran
Jerman yang bernama Karl Marx (1818-1883) lewat teori pertentangan kelas dalam
sebuah buku manifesto komunis yang digagas olehnya. Dia mengatakan bahwasanya
pertentangan antar kelas sudah terjadi sejak zaman kuno yaitu antara tuan tanah
sebagai pemilik lahan dan hamba sahaya yang menggarap tanahnya, hal tersebut
berlangsung hingga sekarang di zaman modern yaiu antara pemilik faktor-faktor
produksi dengan para buruh yang hanya bisa menjual tenaga kerja untuk para
majikan. Untuk lebih lanjutnya Karl Marx memberi nama kapitalis atau golongan
borjuis kepada mereka yang mempunyai alat-alat produksi dan golongan proletar
bagi kaum buruh.
Selain
itu teori Marx yang lainnya yaitu mengenai teori surplus value dan penindasan buruh. Teori tersebut menjelaskan
bahwasanya upah alami/natural wage yang
diterima oleh buruh hanya cukup untuh memenuhi kebutuhan yang pokok-pokok saja
dengan kata lain hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja atau bisa
kita sebut penyambung hidup secara subsisten.
Di dalam teori tersebut dijelasakan bahwasanya jumlah upah yang diterima
oleh buruh lebih rendah daripada nilai dari
hasil kerja yang diberikan buruh kepada sebuah perusahaan/pabrik. Kelebihan
nilai produktivitas kerja buruh atas upah alami yang diterimanya tersebut oleh
Karl Marx disebut surplus value atau
nilai lebih. Surplus Value tersebut
dinikmati oleh golongan kapitalis/pemilik modal. Semakin kecil upah alami yang
diterima oleh buruh maka semakin besar pula nilai surplus yang diterima para
kapitalis dan hal tersebut berarti mempunyai makna semakin tinggi
eksploitasi atau pengisapan terhadap
golongan proletariat/buruh.Marx juga menjelaskan mengenai nilai suatu komoditas
melalui sebuah rumus yaitu C=c+v+s, dimana C adalah komoditas, c adalah modal
tetap atau biaya labor tak langsung yang merujuk pada pengeluaran-pengeluaran
untuk pabrik,mesin dan peralatan, inventory, pengeluaran untuk materials, v
adalah modal variabel atau biaya labor langsung yaitu biaya-biaya buruh dan s
adalah laba atau nilai surplus. Jadi nilai suatu komoditas adalah penjumlahan
biaya labor tidak langsung (c), biaya labor langsung(v), dan laba atau nilaii
surplus(s). Suatu hal yang membuat berbeda antara labor dan faktor-faktor produksi lainnya (tanah,teknologi,dll)
adalah para kapitalis bisa memaksakan kehendaknya kepada para buruh agar nilai
produktivitas kerja yang dihasilkan melebihi nilai sesuungguhnya dari sebuah
komoditas. Tingkat eksploitasi buruh juga dapat dirumuskan dengan s`= s/v dimana s` adalah tingkat eksploitasi.
Karl
Marx meramalkan bahwa suatu saat nanti sitem kapitalime yang digagas oleh kaum
klasik akan hancur dengan sendirinya oleh karena keberhasilan yang dicapai oleh
sistem tersebut. Dia menyebut sistem kapitalis memiliki daya self destruction, yaitu suatu daya dari
dalam yang akan mengahncurkan sistem liberal itu sendiri. Dari sekian banyak
gagasan yang dikemukakan oleh Karx Marx ada suatu gagasan yaitu mengenai
Dialektika Materialisme Historis, konsep tersebut intinya menyebutkan bahwa
kaum proletariat di seluruh negri harus bersatu untuk merebut kekuasaan politik
untuk mengubah sistem Liberal ke sistem sosialis atau komunis, dan yang
memimpin gerakan revolusioner tersebut adalah golongan proletariat itu sendiri.
Berdasarkan dialektika materialisme sejarah tersebut disebutkan bahwa Marx
percaya bahwa kekuatan-kekuatan ekonomi yang disebutnya kekuatan produktif
sangat menentukan hubungan-hubungan produksi, pasar, masyarakat dan bahkan
termasuk “suprastruktur” : (ideologi, falsafah, hukum,sosial, budaya, agama, kesenian
dan sebagainya).
Berbagai
ide Karl Marx tersebut disebut dengan
Marxisme, yaitu paham tentang berbagai macam bentuk, struktur, tatanan sosial
dan semacamnya yang mengacu pada pandangan-pandangan Karx Marx. Dari berbagai
macam ide karl Marx di atas marilah kita hubungkan denga realitas kesejahteraan
buruh di Indonesia. Buruh di negeri ini ibarat suatu urat nadi bagi
perekonomian nasional, logikanya adalah sebagian besar komoditas yang kita
makan adalah hasil kerja mereka, jika seluruh buruh di tanah air melakukan
pemogokan nasional secara serentak tidak bisa kita bayangkan apakah bahan-bahan
pokok itu bisa negara sediakan untuk kita. Aksi-aksi buruh yang terjadi
akhir-akhir ini membuktikan bahwa mereka ingin hidup lebih sejahtera lagi
mengingat kebutuhan yang sangat beragam, namun perlu diperhatikan hubungan
konsep marxisme dengan gerakan buruh di Indonesia tidak terlalu erat karena
konsep yang digagas Karl Marx menghendaki sebuah perubahan secara revoluioner
dan mengganti sistem yang ada baik itu sistem politik, ekonomi, sosial maupun
budaya agar sesuai dengan gagasan komunisme yaitu negara dipimpin oleh proletariat
dan ideologi negara haruslah diganti dengan komunisme, bahkan disebutkan dalam
sebuah bukunya “DAS KAPITAL” bahwa Marxisme adalah sebuah paham yang tidak
mengenal agama karena di dalamnya Marx menyebutkan bahwa agama adalah candu
masyarakat artinya agama adalah semacam suatu pelarian dari masyarakat atas
ketidakmampuannya mencapai kesejahteraan dalam perekonomian, jadi menurut Marx
agama adalah semacam sebuah penghambat bagi masyarakat untuk mencapai sebuah
kemakmuran, hal tersebut tidak luput dari pandangan Marx yang hanya berpusat
pada materi. Di sini bisa kita ketahui bahwa gerakan buruh di Indonesia tidak
akan pernah bisa mencapai titik sempurna jika berlandaskan pada Marxisme
mengingat realitas negri ini yang mempunyai Falsafah dan ideologi sendiri yaitu
Pancasila. Indonesia juga merupakan salah satu negara dimana masyarakatnya
sangat religius dan mengakui akan keberadaan Tuhan yang maha Esa.
Berbicara
mengenai pergerakan buruh maka tiada bisa dipungkiri dengan suatu pertentangan
antara kedua belah pihak, pihak buruh
mempunyai beberapa tuntutan sedangkan para pengusaha berusaha agar tuntutan
dari buruh tidak sampai merugikan perusahaannya, karena para pengusaha
mempunyai prinsip ekonomi yaitu berusaha untuk memaximumkan profit dan
meminimumkan biaya (cost)
,biaya di sini meliputi banyak hal sepeti biaya material, biaya depresiasi, biaya buruh dan semacamnya. Kembali lagi ke masalah pergerakan buruh tadi, suatu pergerakan bisa terjadi dengan adanya beberap tujuan bersama yang hendak dicapai oleh satu kelompok. Pergerakan buruh di tanah air lebih bersifat kompromis, artinya mereka menentut kepada pemangku kekuasaan agar memperhatikan segala jenis kebutuhannya, berbeda dengan konsep yang di gagas oleh Marx yang berupaya agar kaum buruh/proletariat bersatu lalu melakukan pemberontakan untuk melawan kapitalisme dan mendirikan suatu bentuk pemerintahan baru sesuai dengan konsep Marxisme dimana negara di pimpin oleh golongan proletariat dan setiap masyarakat mendapat haknya dengan konsep “sama rasa sama rata”. Jadi inti dari gerakan Marxisme yaitu merubah pemerintahan yang berpihak kepada kapitalis serta merubah sistem yang ada entah itu sistem sosial, ekonomi maupn politik agar berpihak kepada kaum proletariat.
,biaya di sini meliputi banyak hal sepeti biaya material, biaya depresiasi, biaya buruh dan semacamnya. Kembali lagi ke masalah pergerakan buruh tadi, suatu pergerakan bisa terjadi dengan adanya beberap tujuan bersama yang hendak dicapai oleh satu kelompok. Pergerakan buruh di tanah air lebih bersifat kompromis, artinya mereka menentut kepada pemangku kekuasaan agar memperhatikan segala jenis kebutuhannya, berbeda dengan konsep yang di gagas oleh Marx yang berupaya agar kaum buruh/proletariat bersatu lalu melakukan pemberontakan untuk melawan kapitalisme dan mendirikan suatu bentuk pemerintahan baru sesuai dengan konsep Marxisme dimana negara di pimpin oleh golongan proletariat dan setiap masyarakat mendapat haknya dengan konsep “sama rasa sama rata”. Jadi inti dari gerakan Marxisme yaitu merubah pemerintahan yang berpihak kepada kapitalis serta merubah sistem yang ada entah itu sistem sosial, ekonomi maupn politik agar berpihak kepada kaum proletariat.
Jika
dikaitkan dengan konteks Indonesia, pergerakan buruh dengan konsep tersebut
sangat tidak baik, bahkan bisa mengancam keutuhan bangsa dan negara, karena
intinya konsep tersebut pada akhirnya akan merubah ideologi dan sistem yang
selama ini kita anut. Para buruh hanya bisa mengambil gagasan terbaik dari Marx
yaitu tentang pemikirannya mengenai hak yang seharusnya buruh peroleh dari
majikannya, dan membuang gagasan buru dari konsep tersebut yaitu mengenai
sistem dan tatanan sosial yang yang hendak dirubah secara revolusioner.
Kesimpulannya
adalah pergerakan buruh di tanah air merupakan hal yang wajar karena kita
sekarang hidup di era demokrasi dimana setiap manusia berhak menyampaikan
gagasannya secara lisan maupun tulisan kepada pemerintah sesuai prosedur dan
tidak mengganggu kepentingan umum. Solusi yang bisa penulis berikan yaitu
hendaknya pergerakan buruh di tanah air mempunyai konsep serta pedoman yang
kuat, artinya segala aktivitas pergerakan mereka harus mempunyai nilai-nilai
luhur yang menjadi patokan mereka, dan nilai-nilai tersebut ada pada sila ke 5
Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonosia.
Sumber refrensi :
Bukunya Deliarnov “ Sejarah Pemikiran Ekonomi”


